Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Akutansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akutansi. Tampilkan semua postingan

Biaya Transportasi/Biaya Angkutan

| Kamis, 15 November 2012
Baca selengkapnya »

Biaya transportasi bila dilihat dari segi sifat barang yang diangkut dapat dipisahkan menjadi dua macam, yaitu:

Biaya Transportasi Masuk :

Biaya transport yang dikeluarkan berkenaan dengan biaya mengangkut pembelian bahan baku dari tempat penjual ke gudang perusahaan. Dalam skedul Harga Pokok Produksi dimasukkan sebagai unsur penambah pembelian.

Biaya Transportasi Keluar :

Biaya transport yang dikeluarkan berkenaan dengan biaya mengangkut penjualan produk jadi ke tempat-tempat penjualan lainnya. Dalam Laporan Rugi Laba dimasukkan sebagai unsur beban pemasaran atau biaya penjualan.

Dalam pembagian yang lain, bila dilihat dari pihak yang menanggung biaya transportasi dapat dibagi dua juga, yaitu :

Free On Board (FOB) Shipping Point :
Biaya transportasi dari tempat penjual ke gudang pembeli ditanggung oleh pihak pembeli. Hak kepemilikan barang yang dikirim berpindah di tempat penjual.

FOB Destination :
Biaya transportasi dari tempat penjual ke gudang pembeli ditanggung oleh pihak penjual. Hak kepemilikan barang yang dikirim berpindah di tempat pembeli.

Ilustrasi 1 :

PT Jambu menjual barang dagangan secara kredit kepada PT Mangga sebesar Rp. 2.000.000,- Barang dikirim dengan FOB Shipping point sebesar Rp.100.000,- dan ongkos kirim dibayar dulu atau ditalangi oleh PT Jambu. Perusahaan menggunakan sistem perpetual ( Lihat juga Ringkasan Sistem Persediaan ), HPP barang yang dijual Rp. 1.600.000,-

Jurnal : PENJUAL

D : Piutang Usaha===============Rp. 2.100.000,-
K : Penjualan==================Rp. 2.000.000,-
K : Kas======================Rp. 100.000,-

D : HPP=====================Rp. 1.600.000,-
K : Persediaan Barang Dagangan====Rp. 1.600.000,-

Jurnal :PEMBELI

D : Persediaan Barang Dagangan Rp. 2.100.000
K : Utang Usaha================Rp. 2 100.000,-

Ilustrasi 2 :

PT Salak menjual barang dagangan secara kredit kepada CV Manggis sebesar Rp 3.000.000,- dengan FOB Destination sebesar Rp. 125.000,- Masih menggunakan sistem perpetual dengan HPP Rp. 2.150.000,-

Jurnal : PENJUAL

D : Piutang Usaha=================Rp. 3.000.000,-
K : Penjualan====================Rp. 3.000.000,-

D : Harga Pokok Penjualan==========Rp. 2.150.000,-
K : Persediaan Barang Dagangan======Rp. 2.150.000,-

D : Beban Pengiriman==============Rp. 125.000,-
K : Kas=======================Rp. 125.000,-

Biaya Transportasi/Biaya Angkutan

Posted by : Losiq Jasunta on :Kamis, 15 November 2012 With 0komentar
Tag :

Pelepasan Aktiva Tetap

|
Baca selengkapnya »

Pelepasan Aktiva merupakan kegiatan pengurangan jumlah aktiva yng dilakukan perusahaan karena berbagai alasan. Pertimbangan efisiensi telah menjadi acuan penting dalam memutuskan kebijakan aktiva.

Pelepasan Aktiva dibedakan dalam tiga macam kategori.

Pengapkiran Aktiva :

Aktiva yang diapkir berarti sudah diakhiri masa tugasnya dan nilai bukunya kalau masih ada dinyatakan dihapus.

Contoh :

Peralatan berharga Rp.24.000.000 telah disusutkan secara penuh berdasarkan dengan umur manfaat pada tanggal 31 Desember 2007. Pada tanggal 10 Februari 2008, peralatan tersebut dinyatakan diapkirkan.

Jurnal tanggal 10 Februari 2008 :

Debet : Akumulasi Penyusutan Rp. 24.000.000

Kredit : Peralatan Rp. 24.000.000

Apabila aktiva akan diapkirkan belum disusutkan secara penuh maka dihitung besarnya penyusutan menjelang diapkirkan :

Katakanlah pada contoh diatas peralatan tersebut disusutkan dengan tariff garis lurus 12,5% sehingga besarnya akumulasi penyusutan yang terkumpul adalah Rp. 21.000.000 pada tanggal 31 Desember 2007. Diapkirkan pada 29 Maret 2008.

Jurnal tanggal 29 Maret 2008 :

Debet : Beban Penyusutan-Peralatan Rp.750.000

Credit : Akumulasi Penyusutan-Peralatan Rp. 750.000

Jurnal saat pengapkiran aktiva:

Debet : Akumulasi Penyusutan-Peralatan Rp. 21.750.000

Debet : Kerugian Pelepasan Aktiva Rp. 2.250.000

Credit : Peralatan Rp.24.000.000

Penjualan Aktiva :

Mesin yang dibeli awal tahun 2000 seharga Rp. 36.000.000 disusutkan dengan menggunakan tariff garis lurus 10%, dijual tunai pada tanggal 27 Mei 2008 seharga nilai bukunya .

Jurnal 27 Mei 2008 :

Debet : Beban Penyusutan-Mesin Rp 1.500.000

Kredit : Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp. 1.500.000

Jurnal saat penjualan aktiva:

Debet : Kas Rp. 5.700.000

Debet : .Akumulasi Penyusutan Rp. 30.300.000

Kredit : Mesin Rp. 36.000.000

Dijual Rp. 3.000.000 dibawah nilai buku maka timbul kerugian.


Jurnal tanggal 27 Mei 2008 :

Debet : Kas Rp. 3.000.000

Debet : Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp 30.300..000.

Debet : Kerugian Pelepasan Aktiva-Mesin Rp. 700.000

Kredit : Mesin Rp. 36.000.000,-



Pertukaran Aktiva Sejenis

Yang dinamakan dengan pertukaran aktiva sejenis adalah sesama aktiva yang mempunyai karateristik dan kegunaaan yang sama dipertukarkan dengan cara-cara menguntungkan dan kedua belah pihak bukan sama-sama pedagang.

Keuntungan dari pertukaran

Untuk tujuan pelaporan keuangan maka keuntungan yang diperoleh dari pertukaran aktiva tidak diakui karena tujuan pokok dari kepemilikan aktiva tetap adalah mendapatkan manfaatnya bukan hendak dijual untuk mendapatkan laba/gain.


Harga perolehan aktiva baru = kas yang dibayar + nilai buku aktiva lama

Ilustrasi:

Nilai buku aktiva lama .................................................. $ 1,600

Kas yang dibayarkan pada tanggal pertukaran .......... $ 7.800

Biaya aktiva baru ........................................................ $ 9,400 

Pelepasan Aktiva Tetap

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Metode Proses

|
Baca selengkapnya »


Sistem Biaya Proses

Sistem perhitungan biaya, dimana proses terjadinya biaya digunakan sebagai acuan dalam perhitungan biaya. Kalau ada perpindahan biaya dari satu tempat ke tempat lain atau dari suatu departemen ke departemen lain dalam suatu perusahaan yang sama maka perhitungan biaya dapat dilakukan pada tingkat departemen.


Nah, adapun karakteristik Sistem Biaya Proses:

Produk yang dihasilkan berisifat homogen
Perhitungan biaya produksi tidak dikumpulkan dalam kartu pesanan karena sifat produknya yang homogen, yang ada adalah biaya produksi dihitung berdasarkan pada jumlah departemen produksi yang dilaluinya. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk setiap departemen itulah yang dilsusun dalam Laporan Biaya Produksi.
Unit yang sudah menerima biaya produksi dinamakan dengan unit ekuivalen, dan dalam menghitung unit ekuivalen ini amat tergantung pada tingkat penyelesaian unit tersebut pada saat dilaporkan biaya produksinya.

Akuntansi yang dikembangkan untuk mencatat transaksi dari sistem biaya proses sama dengan sistem biaya pesanan, hanya bedanya ada transfer biaya dari unit ke departemen berikutnya (unit yang belum tiba ke gudang barang jadi), dengan perincian sebagai berikut:

  • Akuntansi untuk Bahan Baku
  • Akuntansi untuk Tenaga Kerja Langsung
  • Akuntansi untuk Overhead Pabrik
  • Akuntansi untuk transfer Barang Dalam Proses I ke Barang Dalam Proses II
  • Akuntansi untuk transfer Barang Dalam Proses II ke Barang Jadi.


Dalam perhitungan biaya produksi dan unit ekuivalen besar kecilnya amat tergantung pada cara mengambil persediaaan, apakah itu persediaan bahan baku atau persediaan BDP, apakah dengan metode Rata-rata ( Average ) atau Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (FIFO-First In First Out).


Metode Rata-Rata, metode yang digunakan dalam pengambilan persediaan tanpa memperhatikan urutan kronologis terjadinya persediaan tersebut sehingga persediaan lama dan baru diambil secara random.


Metode FIFO, metode yang digunakan dalam pengambilan persediaan dengan memperhatikan urutan kronologis terjadinya persediaan tersebut sehingga persediaan lama dan baru diambil secara berurutan. Maksudnya dikerjakan dahulu persediaan lama kemudian selesai baru persediaan yang baru, jadi yang harus diperhatikan adalah digunakannya skala prioritas.


Metode Proses

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Definisi Akuntansi

|
Baca selengkapnya »
Hayo yang anak Akuntansi mana suaranya ???
btw, kalian tahu tidak definisi Akuntansi ? Hari gini gak tahu definisinya ..

Yasudah, yuk simak dengan teliti.

Definisi Akuntansi dari sudut USERS

Beberapa Ahli Akuntansi diantaranya Bapak Al Haryono Yusuf mendefinisikan akuntansi sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa akuntansi diselenggarakan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Informasi yang dihasilkan adalah informasi tentang organisasi atau perusahaan tersebut dan digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan bagi internal organisasi itu.

Definisi Akuntansi dari sudut Activity Process

Akuntansi sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisan data keuangan suatu organisasi. Sehingga dari definisi tersebut diketahui bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas yang komplex dan menyangkut bermacam-macam kegiatan.

Tetapi menurut aku bahwa akuntansi adalah kemampuan untuk mencatat, membukukan dan melaporkan transaksi ekonomi yang terjadi pada suatu perusahan untuk suatu periode tertentu. Mulai dari persiapannya dan terjadinya transaksi sampai dengan penyajian laporan keuangan dan mengalisanya. Semakin tinggi pemahaman akuntansi seseorang maka semakin tinggi pula kemampuannya untuk mendrill kemampuannya itu dalam praktek akuntansi. Kualitas laporan keuangan yang dihasilkan amat tergantung pada pemahamannya akan akuntansi.
Bagaimana ? Kalian sudah paham bukan :D

Definisi Akuntansi

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Penerbitan Saham, secara Tunai

|
Baca selengkapnya »

Penerbitan saham sama seperti kegiatan penjualan biasa, diterima di akun kas disebelah debet dan mengkredit akun modal saham.

Kelebihan nilai penjualan terhadap nilai nominal akan mendatangkan agio saham dan akun agio saham dicatat sebesar kelebihannya. Modal saham dicatat hanya sebesar nilai nominalnya saja. Namun bilamana ada penarikan saham maka akun modal saham dan akun agio saham akan dihapus.

Ilustrasi:

Fajar, Co menerbitkan 1,000 lembar saham biasa dengan nominal $ 1 pada tanggal 1 Mei 20A dengan nilai sebesar $ 20,000 tunai.

Solusi:

Dengan menyimak ilustrasi diatas maka kita melakukan jurnal untuk mencatat kejadian penerbitan tersebut.

D: Kas $ 20,000

K: Saham biasa $ 1,000

K: Agio Saham $ 19,000

Penerbitan Saham, secara Tunai

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Analisa Break Even

|
Baca selengkapnya »

Dalam melakukan analisa break even yang menggunakan metode variable costing, dimana didalamnya ada tiga macam biaya berdasarkan perilaku biaya, yaitu biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel. Khusus untuk biaya semi variabel ini maka terlebih dahulu harus dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel.


Break Even menggambarkan suatu kondisi atau titik dimana jumlah pendapatan tepat sama dengan jumlah biaya, sehingga pada titik tersebut perusahaan tidak mendapat keuntungan dan tidak juga menderita kerugian. Dengan mendasarkan pada kondisi tersebut, kemudian dapat digunakan sebagai alat analisa yang dikenal dengan analisa break even. Analisa break even sangat bermanfaat untuk perencanaan laba, penentuan harga jual dan analisa yang lain untuk kepentingan internal perusahaan.



Formula

BEP (Rp.) = Biaya Tetap/ (1- VC/S)

BEP (unit) = Biaya Tetap/ Marjin Kontribusi

Analisa Break Even

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Format Laporan Ekuitas

|
Baca selengkapnya »

Nama Perusahaan………………..…….PT Bima Sakti
Jenis Laporan…………………..…….Laporan Ekuitas
Untuk Laporan………..Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 20X

Modal Awal, 1/1 Rp.xxx
Penambahan :

Laba bersih Rp. Xxx, diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan dalam tahun berjalan
Setoran Rp. Xxx, tambahan modal dari pemilik perusahaan

Jumlah Modal awal dan Penambahan Rp. Xxx

Pengurangan ;

Rugi ……. Rp. xxx, diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan dalam tahun berjalan

Prive ……. Rp. xxx, diambil untuk kepentingan pribadi

Jumlah pengurangan Rp.xxx

Modal Akhir,31/12 Rp.xxx

Catatan :
Laba bersih atau Rugi bersih kejadiannya hanya satu kali saja.

Ilustrasi 1 :

Cuplikan informasi diambil dari CV Berjaya selama tahun 20A:
Saldo awal akun Modal, Gunawan Rp. 17.375.000,-
Tambahan Laba tahun berjalan Rp. 4.425.000,-
Penarikan Gunawan Rp. 1.200.000,-

Instruksi:
Susunlah Laporan Ekuitas pemilik untuk tahun tersebut.

Solusi:
CV Berjaya
Laporan Ekuitas Pemilik
Untuk Tahun yang berakhir tanggal 31/12/20A

Modal, Gunawan, Saldo Awal ............................. Rp. 17.375.000,-
Laba tahun berjalan.............................................. Rp. 4.425.000,-
Jumlah Saldo Awal ditambah laba tahun berjalan Rp. 21.800.000,-

Penarikan, Gunawan selama tahun 20A adalah sebesarRp. 1.200.000,-
Modal, Gunawan Saldo Akhir ...........................................Rp. 20.600.000,-


Ilustrasi 2: (dalam ribuan rupiah )

Tambahan modal disetor, saham biasa            Rp. 9.000.000,-
Utang Dagang                                                Rp. 1.100.000,-

Total Biaya                                                     Rp. 7.800.000,-
Saham Preferen, nilai nominal                          Rp. 1.750.000,-
Saham Biasa, nilai nominal                              Rp. 400.000,-
Penjualan                                                       Rp. 10.000.000,-
Saham Treasuri                                              Rp. 250.000,-
Dividen                                                          Rp. 700.000,-
laba ditahan, awal                                           Rp. 1.000.000,-
Tambahan modal disetor, saham prefren          Rp. 50.000,-

Instruksi dan Solusi :

a. Berapakah besarnya Modal Kontribusi

* Rp. 1.700.000 + Rp. 50.000,- + Rp. 400.000,- + Rp. 9.000.000,- =Rp. 11.200.000,-

b. Saldo Akhir Laba ditahan

* Rp. 1.000.000,-+ Rp. 10.000.000-+ -Rp. 7.800.000,- - Rp. 700.000,- = Rp. 2.500.000,-

c. Modal Pemegang Saham

* Rp. 11.200.000,- + Rp. 2.500.000,- - Rp. 250.000,- =Rp. 13.450.000,

Format Laporan Ekuitas

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Siklus Akuntansi

|
Baca selengkapnya »

Siklus Akuntansi itu apa sih ?

Nah kali ini simak yuk posting yang aku buat ini.. Jadi Siklus Akuntansi itu Kegiatan menganalisis transaksi, menjurnal, meringkaskan dan melaporkan transaksi secara berkesinambungan dinamakan Siklus Akuntansi.

Siklus Akuntansi dijelaskan secara terperinci sebagai berikut :

Dokumen yang sudah diotorisasi kemudian dibuat di Jurnal ( secara harian )

Setelah di Jurnal kemudian diposting ke Buku Besar (secara mingguan)

Semua Buku Besar ditutup untuk kemudian dibuat Necara Saldo ( akhir periode) yang berisi saldo untuk masing-masing akun.
Data penyesuaian dikumpulkan dan Necara Lajur diselesaikan.

Berdasarkan Neraca Lajur dibuat Laporan Keuangan

Jurnal Penyesuaian dibuat dan diposting ke Buku Besar

Jurnal Penutup dibuat dan diposting ke Buku Besar

Neraca Saldo setelah Penutupan
Siklus Akuntansi merupakan kegiatan pencatatan dokumen perusahaan tanpa henti sepanjang perjalanan hidup perusahaan. Walaupun toh, berhenti hanyalah sebatas tutup buku yang bersifat sementara kemudian dilanjutkan kembali. Rangkaian kegiatan dalam siklus akuntansi selalu dilaksanakan berurutan dan tidak boleh saling mendahului .

Adapun kegiatan yang saling berurutan dalam siklus akuntansi
* Dimulai dari penyesahan kegiatan yang akan dilakukan oleh pejabat yang berwenang.
* Otorisasi pelaksanaan tugas dan dokumen disyahkan
* Jurnal umum disiapkan sebagai pencatatan atas transaksi
* Secara periodik jurnal umum diposting ke buku besar
* Buku besar diselesaikan dan dibuatkan neraca saldo.
* Neraca lajur diselesaikan dan laporan keuangan disiapkan
* Disusun jurnal penyesuaian, jurnal penutup dan jurnal balik
* Pencatatan dimulai kembali sebagaimana diatas.

Nah, bagaimana.. sudah jelas bukan :)

Siklus Akuntansi

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

|
Baca selengkapnya »

Apa kabar soba Akutansi ? nah kali ini aku ingin membagi ilmu dengan kalian tentang laporan laba rugi perusahaa manufaktur. Dari hasil perhitungan skedul harga pokok produksi dapat lanjutkan untuk penyusunan laporan laba rugi manufaktur sebagaimana dicohtohkan pada format berikut :


Nama Perusahaan
LAPORAN LABA RUGI
(Perusahaan Manufaktur)
Untuk tahun yang berakhir tanggal 31/12/20xx

Penjualan...............................................................xxxx
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan Barang Jadi, 01/01/20xx.......................xxxx
Harga Pokok Produksi.............................................xxxx+
Barang tersedia untuk dijual...................................xxxx
Persediaan Barang Jadi, 31/12/20xx......................xxxx-
Harga Pokok Penjualan...........................................xxxx-
Laba Kotor.............................................................xxxx

Beban operasional :
Beban Pemasaran..................................................xxxx
Beban Administrasi................................................xxxx+
Total beban usaha..................................................xxxx-
Laba Operasional....................................................xxxx

Pendapatan/Beban lain :
Pendapatan-pendapatan lain..................................xxxx
Beban-beban lain...................................................xxxx-
Total Pendapatan/Beban lain..................................xxx+/-
Laba Neto (sebelum pajak).....................................xxxx


Laporan Laba Rugi seperti dicontohkan diatas adalah laporan laba rugi multiple step karena perhitungan dilakukan secara bertahap. Para pengguna laporan laba rugi ini tentu lebih senang membaca laporan laba rugi dengan multiple step ini karena lebih informatif ketimbang laporan laba rugi dengan single step.
Nah, sekarang sudah paham kan.. semoga bermanfaat ya teman :)

LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Biaya Dan Beban

|
Baca selengkapnya »

Oke, kali ini aku akan membahas postinganku kali ini dengan tema diatas :)

Dalam ilmu akuntansi, antara biaya (cost ) dengan beban ( expense ) dibedakan pengertiannya karena dalam semua pembahasan akuntansi kedua istilah tersebut memang berbeda.

Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa cost itu mempunyai pengertian bahwa kita mempunyai sumber daya perusahaan yang terbatas dan untuk mendapatkannya diperlukan sejumlah pengorbanan atau pengeluaran tertentu. Bila kita tarik suatu contoh bahwa semua saldo akun-akun dalam neraca adalah wujud daripada cost tersebut. Ambillah contoh asuransi yang dibayar dimuka, ini merupakan cost atau saldo cost yang masih ada yang belum menjadi beban ( expense).

Sedangkan kita sudah sama-sama maklum bahwa ada istilah yang lain yang dinamakan dengan beban (expense ). Beban itu sendiri terjadi karena dua sebab, pertama yang berasal dari cost yang sudah expired ( melampaui masanya ) dan yang kedua karena penggunaan maksudnya beban itu hadir kalau kita sudah melakukan pemakaian tertentu atau utilitas. Misalmya : penggunaan air (PAM), listrik (PLN ), telpon & speedy ( TELKOM), dst.
Sampai disini dulu ya.. semoga bermanfaat :D

Biaya Dan Beban

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

HUBUNGAN AKUNTANSI BIAYA DENGAN AKUNTANSI KEUANGAN

|
Baca selengkapnya »
Pencatatan Biaya Bahan Baku
Dalam sistem pencatatan periodik, transaksi yang mengetahui persediaan bahan baku tidak dicatat dalam akun persediaan bahan baku. Oleh karena itu, saldo akan persediaan bahan dalam buku besar masih sebesar saldo awal periode, belum menunjukkan saldo akhir. Nilai persediaan bahan baku akhir periode dapat dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dan penghitungan fisik persediaan bahan baku di gudang (stock opname). Untuk menyesuaikan saldo akun persediaan bahan baku diperlukan ayat jurnal penyediaan dengan membuka akun ikhisar produksi.

Berikut jurnal umum transaksi yang berhubungan dengan persediaan bahan baku.
Jurnal pembelian bahan baku :
Pembelian bahan baku …………………..                       Rp. xxxxx                          Rp.              -
                Kas/utang dagang ……………….                    Rp.           -                        Rp. xxxxx
Jurnal pembayara beban angkut pembelian bahan baku.
Beban angkut masuk ……………………                          Rp. xxxxx                            Rp.          -
                Kas ……………………………...                        Rp.              -                      Rp. xxxxx
Jurnal retur pembelian bahan baku :
 Kas/utang dagang ……………………...                           Rp. xxxxx                            Rp.          -
                Retur pembelian ………………...                       Rp.              -                       Rp. xxxxx
Ayat jurnal penyesuaian pada akhir bulan/periode.
a.       Memindah saldo akun persediaan bahan baku awal period eke akun ikhtisar biaya produksi.
Ikhtisar biaya produksi ………….                               Rp. xxxxx                             Rp.              -
                Persediaan bahan baku (awal)                   Rp.              -                        Rp. xxxxx
b.      Mencatat saldo akun persediaan bahan baku akhir periode dengan menbuka akun ikhtisar biaya produksi.
Persediaan bahan baku (akhir)…..                            Rp. xxxxx                             Rp.             -
                Ikhtisar biaya produksi …                              Rp.              -                         Rp. xxxxx
Ayat jurnal penutup pada akhir periode.
a.       Menutup saldo akun pembelian bahan baku dan bahan angkut masuk kea kun ikhtisar biaya produksi :
Ikhtisar biaya produksi ………….                                 Rp. xxxxx                             Rp.              -
                Pembelian bahan baku  ….                           Rp.              -                        Rp. xxxxx
                Bahan angkut masuk ……                             Rp.              -                        Rp. xxxxx
b.      Menutup saldo akun retur pembelian dan potongan pembelian kea kun ikhtisar biaya produksi :
Retur pembelian ………………..                      Rp. xxxxx                             Rp.              -
Potongan pembelian ……………                    Rp. xxxxx                             Rp.              -
                Ikhtisar …………………                         Rp.              -                         Rp. xxxxx
Untuk memahami pencatatan bahan baku, perhatikan dan pahami contoh transaksi biaya bahan baku berikut ini.
Data persediaan bahan baku yang dimiliki oleh suatu perusahaan manufaktur yang dalam mencatat persediaan bahan baku menggunakan sistem periodik pada bulan Desember 2008 sebagai berikut.
a.       Persediaan bahan baku, 1 Desember …………………….                 Rp.   6.000.000,00
b.      Pembelian bahan baku secara kredit bulan Desember …..                     Rp. 56.300.000,00
c.       Persediaan bahan baku, 31 Desember …………………..                                Rp.  8.500.000,00
Berdasarkan data di atas jurnal umum yang dikerjakan adalah. 
Jurnal umum selam Desembe.r
Pembelian bahan baku ……………………………            Rp. 56.300.000,00            Rp.              -
                Utang Dagang ……………………………              Rp.              -                        Rp. 56.300.000,00
Ayat jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember.
Memindah saldo akan persediaan bahan baku awal period eke akun ikhtisar biaya produksi.
Ikhtisar biaya produksi …………………………….            Rp. 6.000.000,00              Rp.              -
                Persediaan bahan baku (awal) …………… Rp                -                         Rp. 6.000.000,00
Mencatat saldo akun persediaan bahan baku akhir periode dengan membuka akun ikhtisar biaya produksi.
Persediaan bahan baku (akhir) ……………………       Rp. 8.500.000,00               Rp.            -
                Ikhtisar biaya produksi …………………...      Rp.              -                         Rp. 8.500.000,00
Ayat jurnal penutup tanggal 31 Desember.
Menutup saldo akun pembelian bahan baku kea kun ikhtisar biaya produksi.
Ikhtisar biaya produksi …………………………...            Rp. 56.300.000,00             Rp.            -
                Pembelian bahan baku ……………………      Rp.              -                         Rp. 56.300.000,00

2.       Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung.
Berdasarkan fungsi pokok perusahaan manufaktur, tenaga kerja dikelompokkan menjadi tiga yaitu tenaga kerja bagian produksi, tenaga kerja bagian toko,dan tenaga kerja bagian kantor. Tenaga bagian produksi dibagi lagi menjadi dua, yaitu tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Berikut pencatatan terhadap biaya tenaga kerja pada perusahaan manufaktur.
Mencatat terjadinya gaji dan upah.
Gaji dan upah ……………………………………..  Rp. xxxxx                             Rp.             -
                Utang pajak ………………………………               Rp.              -                        Rp. xxxxx
                Utang gaji dan uapah ……………………..       Rp                -                         Rp. xxxxx
Mencatat pembayaran utang gaji dan upah kepada karyawan :
Utang gaji dan upah ………………………………            Rp. xxxxx                            Rp.              -
                Kas ………………………………………..     Rp.              -                         Rp. xxxxx
Mencatat pembayaran PPh karyawan ke kas Negara:
Utang pajak……………………………………….        Rp. xxxxx                             Rp.             -
                Kas ……………………………………….     Rp.              -                         Rp. xxxxx
Mencatat alokasi gaji dan upah:
Biaya tenaga kerja langsung …………………….           Rp. xxxxx                             Rp.             -
Biaya tenaga kerja tak langsung ………………...        Rp. xxxxx                            Rp.              -
Beban pemasaran ………………………………..                Rp. xxxxx                             Rp.             -
Beban adm.dan umum ………………………….              Rp. xxxxx                            Rp.              -
                Gaji dan upah ……………………………              Rp.              -                        Rp. xxxxx

HUBUNGAN AKUNTANSI BIAYA DENGAN AKUNTANSI KEUANGAN

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

AKUNTANSI KEUANGAN

| Rabu, 14 November 2012
Baca selengkapnya »

A. AKUTANSI PADA PERUSAHAAN  MANUFAKTUR 
     Akuntansi keuangan dapat dibagi menjadi 2 yaitu:


  1.  Akuntansi biaya kegiatannya meliputi pencatatan ,pengikhtisaran  dan pelaporan transaksi-transaksi yang menyangkut biaya pembuatan produk.Kegiatannya bertujuan menyediakan biaya produksi untuk menyangkut kepentinan menejemen antara  lain informasi mengenai harga pokok produk yang dihasilkan.
  2. Akuntansi keuangan kegiatan yang meliputi pencatatan,pengikhisaran dan pelaporan transksi-transaksi yang menyangkut perubahan aktiva,kewajiban, ekuitas perusahaan.Kegiatannya bertujuan menyediakan laporan keuangan untuk memenuhi kepentingan menejemen dan pihak exteren .
B.KELENGKAPAN YANG DIGUNAKAN
   1.  Dokumen transaksi
            Jenis -jenis dokumen yang digunakan antara lain:

  1. faktur pembelian 
  2. daftar gaji dan upah
  3. laporan produk selesai
  4. faktur penjualan 
  5. bukti pegeluaran kas 
  6. bukti penerimaan kas
  2.    Buku-buku yang Digunakan
               Buku-buku yang digunakan untuk pencatatan aktivias produksi maupun aktivitas non produksi antara lain:

  1. jurnal  pemebelian
  2. jurnal pemakaian bahan baku dan bahan pembantu 
  3. kartu hadir ,kartu jam kerja ,daftar gaji dan upah 
  4. jurnal penjualan 
  5. jurnal pegeluaran kas dan penerimaan kas 
  6. buku besar 
  7. kartu sediaan kartu hutang dan kartu piutang  sebagai buku -buku pembantu
3. Akun-akun buku besar yang digunakan 
         Akun-akun yang berhubungan dengan pencatatan biaya produksi antara lain:
  1. akun sediaan bahan baku
  2. akun gaji dan upah 
  3. akun biaya overhead pabrik (BOP) 
  4. akun barang dalam proses (BDP)
  5. akun sediaan produk jadi 
  6. akun sediaan barang dalam proses
  7. akun harga pokok penjualan






                

AKUNTANSI KEUANGAN

Posted by : Losiq Jasunta on :Rabu, 14 November 2012 With 0komentar
Tag :

Neraca

|
Baca selengkapnya »

Neraca adalah laporan yang menunjukkan posissi keuangan dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Posisi keuangan ini meliputi keadaan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan. Dengan cara menghubungkan pos-pos tertentu dlam neraca, kita dapat menilai keadaan likuiditas, solvabilitas dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Oleh karena itu, neraca harus disusun secara sistematis dengan menggunakan klasifikasi yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Klasifikasi dan penyajian pos-pos dalam neraca dilakukan sebagai berikut.
  •     Aktiva Lancar. Disajikan sesuai dengan urutan likuiditasnya, artinya pos yang segera dapat dicairkan menjadi uang tunai disajikan di urutan paling atas.
  •     Investasi. Investasi perusahaan pada perusahaan anak atau pada perusahaan afiliasi harus disajikan secara terpisah.
  •     Aktiva tetap. Dapat dibedakan menjadi aktiva tetap berwujud dan aktiva tidak berwujud. Pos-pos aktiva tetap disajikan dalam neraca menurut kekekalannya. Aktiva tetap yang umurnya paling panjang disajikan paling atas, sedangkan aktiva tetap yang umurnya lebih pendek disajikan di bawahnya.
  •     Aktiva lain-lain. Klasifikasi aktiva lain-lain digunakan untuk menampung pos-pos aktiva tidak lancar yang tidak dapat dikelompokkan dalam klasifikasi di atas.
  •     Kewajiban lancar. Pos-pos kewajiban lancar disajikan sesuai dengan urutan likuditasnya. Utang lancar yang segera dibayar disajikan dalam urutan teratas.
  •     Kewajiban jangka panjang. Penyajian kewajiban jangka panjang harus mengungkapkan ikatan-ikatan yang ada dalam kontrak utang jangka panjang yang bersangkutan, seperti tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, aktiva yang dijadikan jaminan dan sebagainya.
  •     Ekuitas pemilik. Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas disajikan dalam neraca berdasarkan kekekalannya. Jenis modal yang sifatnya paling kekal disajikan paling atas, dan yang kurang kekal disajikan di bawahnya.
Neraca dapat disusun dengan menggunakan bentuk akun (rekening) atau bentuk laporan. Dalam bentuk rekening (bentuk skontro) aktiva dilaporkan pada sisi sebelah kiri dan kewajiban serta modal pemilik pada sebelah kanan. Dalam bentuk laporan, bagian aktiva, kewajiban dan modal pemilik disusun secara vertikal (dari atas ke bawah). Bentuk laporan ini lebih populer karena dapat membandingkan 2 buah neraca atau lebih untuk tahun-tahun yang berurutan.

Neraca

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

AKUNTANSI BIAYA

| Minggu, 11 November 2012
Baca selengkapnya »

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang.


AKUNTANSI BIAYA

Posted by : Losiq Jasunta on :Minggu, 11 November 2012 With 0komentar
Tag :

PENYESUAIAN

|
Baca selengkapnya »
Karena produsen membawa persediaan, itu biasanya akan diminta untuk menggunakan akrual dibandingkan dengan cara tunai ketika mempersiapkan rekening untuk keperluan pajak. Akrual berarti pencatatan transaksi pada waktu menjadi uang berutang bahkan jika hal ini tidak kalau sudah dibayar. Sebagai contoh, penjualan secara kredit ke pelanggan terdaftar saat penyerahan barang, bukan ketika pelanggan akhirnya membayar. Untuk mencerminkan metode ini, akuntan harus membuat jurnal penyesuaian ke buku besar. Ini berarti menambahkan entri yang tidak muncul dalam catatan transaksi, yang dilakukan dengan mengacu pada dokumen-dokumen seperti faktur daripada catatan kas. Biasanya penyesuaian tersebut melibatkan menambahkan uang untuk pendapatan atau total pengeluaran, tetapi dalam kasus pembayaran di muka - seperti membayar sewa di muka yang mencakup waktu di luar periode akuntansi - mungkin ada pengurangan yang sebagai gantinya.

PENYESUAIAN

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Siklus

|
Baca selengkapnya »
            Siklus akuntansi adalah proses lengkap dari peristiwa yang mengubah transaksi perusahaan dalam suatu periode akuntansi ke dalam set terakhir dari laporan keuangan. Laporan menutup biaya dan pendapatan dalam periode tertentu, ditambah sisa aktiva dan kewajiban pada akhir periode. Rincian yang tepat dari siklus akuntansi dapat didefinisikan dengan cara yang berbeda, tetapi prinsip-prinsip umum adalah: transaksi catatan, total dan memverifikasi transaksi; melakukan penyesuaian untuk tujuan metode akrual; memverifikasi total disesuaikan; mempersiapkan laporan keuangan; akun sementara dekat.

Siklus

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

|
Baca selengkapnya »

Perusahaan manufaktur (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan khusus dalam perusahaan manufaktur adalah pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.


Persediaan (Inventory);
Berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:
1. Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
2. Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
3. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)

Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:
a. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
b. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
c. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Jurnal (Dasar-Dasar Akuntansi)

|
Baca selengkapnya »
A. PENGERTIAN
Jurnal adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi keuangan dengan menyebutkan rekening yang akan didebet atau dikredit disertai jumlahnya masing-masing dan referensinya.
B. FUNGSI
Jurnal bagi suatu perusahaan mempunyai fungsi sebagai berikut: 

  • Fungsi Analisis
Yaitu untuk menentukan perkiraan yang di debet dan perkiraan yang dikredit serta jumlahnya masing-masing.
  • Fungsi Pencatatan
Yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kredit serta keterangan yang perlu
  • Fungsi Historis


Yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.

C. BENTUK

Bentuk jurnal adalah sebagai berikut:


CONTOH

Berikut ini adalah contoh jurnal dari transaksi-transaksi:

Pada tanggal 1 Januari 2002 Tuan Raka menyetorkan uang ke perusahaan sebesar Rp. 500.000.000,- sebagai setoran modal.



Tanggal              Rekening & Keterangan    Ref             Debet                          Kredit 
01-01-2002              Kas
                            Modal, Tn Raka                           500.000.000
                     (setoran modal Tn Raka)         -                                               500.000.000

Pada tanggal 5 Januari 2002 perusahaan membeli sebuah mobil seharga Rp. 150.000.000,- serta tunai.

Tanggal              Rekening & Keterangan    Ref             Debet                          Kredit  
 05-01-2002              Kendaraan
                                     Kas                                     150.000.000
                         (pembelian kendaraan)         -                                              150.000.000




Pada tanggal 6 Januari 2002 membeli mesin fotokopi seharga Rp.50.000.000,- secara kredit.

Tanggal              Rekening & Keterangan    Ref             Debet                          Kredit 
06-01-2002              Peralatan
                              Hutang Dagang                            50.000.000
                     (pembelian mesin foto kopi)      -                                                 50.000.000




Pada tanggal 15 Januari 2002 dibayar beban telepon sebesar Rp.1.000.000,-.

Tanggal              Rekening & Keterangan    Ref             Debet                          Kredit 
15-01-2002              Beban telepon

                                        Kas                                    1.000.000
                        (membayar beban telepon)   -                                                 1.000.000




Pada tanggal 18 Januari 2002 diterima pendapatan dari jasa foto kopi sebesar Rp. 8.000.000,-.
Tanggal              Rekening & Keterangan    Ref             Debet                          Kredit  
18-01-2002                     Kas
                                  Pendapatan                                8.000.000
            (penerimaan pendapatan foto kopi)   -                                               8.000.000

Latihan 10

Buatlah jurnal untuk transaksi-transaksi berikut ini:

Tanggal 5 Maret 2002 Tuan Rangga menyetorkan uang ke perusahaan sebesar Rp. 50.000.0000,- sebagai setoran modal.
Tanggal 7 Maret 2002 dibeli perlengkapan sebesar Rp. 2.000.000,- secara tunai.
Tanggal 15 Maret 2002 dibeli sebuah mobil seharga Rp. 90.000.000,- secara kredit dengan uang muka sebesar Rp. 10.000.000,-.
Tanggal 17 Maret 2002 dibeli mesin fotokopi seharga Rp. 30.000.000,- tunai.
Tanggal 20 Maret 2002 diterima pendapatan sebesar Rp. 15.000.000,-
Tanggal 22 Maret 2002 dibayar beban telepon sebesar Rp. 500.000,-
Tanggal 25 Maret 2002 dibayar angsuran pembelian mobil sebesar Rp.3.000.000,-
Tanggal 26 Maret 2002 diterima pendapatan sebesar Rp. 10.000.000,-
Tanggal 27 Maret 2002 dijual sebuah mesin fotokopi seharga Rp.25.000.000,- secara kredit.
Tanggal 30 Maret 2002 dibayar gaji pegawai sebesar Rp.2.000.000,-


Jawab:
JURNAL

 
Tanggal 
Rekening & Keterangan 
Ref 
Debet 
Kredit 
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
    

Jurnal (Dasar-Dasar Akuntansi)

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :
Prev
▲Top▲