Latest Post

Biaya Overhead Pabrik

| Rabu, 03 Oktober 2012
Baca selengkapnya »

BOP adalah biaya-biaya yang diperlukan dalam pembuatan produk selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Termasuk ke dalam biaya produkisi tidak langsung adalah :
1. Bahan penolong : bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk yang penggunaanya relatif kecil atau terlalu sulit untuk diperlakukan sebagai bahan langsung

2. Tenaga Kerja tidak langsung : Gaji dan upah tenaga kerja yang secara fisik tidak berhubungan langsung dengan pembuatan produk

3. Biaya Produksi Tidak langsung : Misal : biaya penerangan pabrik , biaya pembangkit tenaga kerja listrik, dll

Biaya Overhead Pabrik

Posted by : Losiq Jasunta on :Rabu, 03 Oktober 2012 With 0komentar
Tag :

Akuntansi Kerugian dalam Aktivitas Produksi, Metode Biaya Pesanan

| Jumat, 28 September 2012
Baca selengkapnya »
Hai ..
Kalian sudah bisa tidak Akuntansi Kerugian dalam Aktivitas Produksi, Metode Biaya Pesanan ?
Nah kali ini aku akan membahasnya. simak ya :)
Jadi selama berlangsungnya aktivitas produksi tidak luput dari adanya kesalahan, kelalaian, kealpaan, kelupaan yang menimbulkan adanya kerugian yang tak terhindarkan, baik kerugian yang bersifat materiil maupun kerugian waktu. Sebagaimana kita maklumi, dalam metode pesanan maka kerugian yang terjadi lebih banyak datang dari perusahaan sendiri bukan dari pelanggan. Pelanggan dalam hal ini sebagai pihak luar tidak dapat melakukan intervensi atas pekerjaan yang sedang diselesaikan.

Pembebanan biaya karena adanya kerugian produksi amat tergantung pada pihak mana yang menimbulkan kegagalan tersebut. Kalau kegagalan produksi datang dari pihak luar atau pelanggan, maka biaya dibebankan ke pelanggan namun bila kegagalan datang dari dalam perusahaan sendiri ( internal ) maka biayanyapun dibebankan ke perusahaan.

Akuntansi kerugian untuk metode pesanan, meliputi :

* Akuntansi untuk Bahan Baku Sisa
* Akuntansi untuk Barang Catat
* Akuntansi untuk Pengerjaan Kembali

Akuntansi Kerugian dalam Aktivitas Produksi, Metode Biaya Pesanan

Posted by : Losiq Jasunta on :Jumat, 28 September 2012 With 0komentar
Tag :

BARANG DALAM PROSES

| Rabu, 26 September 2012
Baca selengkapnya »

Apabila ada pertanyaan barang dalam perjalanan dari tempat penjual ke tempat pembeli sebenarnya milik siapa, sih ? Jawabannya tergantung pada persyaratan penjualan (terms of sale) apakah persyaratannya Free On Board (FOB) Shipping Point atau FOB Destination.

FOB Shipping Point mensyaratkan bahwa ongkos kirim barang dari penjual ke pembeli ditanggung oleh pembeli, sehingga kepemilikan barang tersebut telah berpindah dari penjual ke pembeli di tempat penjual. Sehingga apabila terjadi pembelian barang dari penjual dengan FOB Shipping Point dan barang tersebut masih dalam perjalanan ke tempat pembeli, barang dalam perjalanan tersebut adalah barang milik pembeli meskipun pada saat tutup buku barang tersebut belum diterima. Konsekuensinya, nilai barang tersebut harus dimasukkan sebagai persediaan pada neraca akhir tahun tersebut pada perusahaan pembeli.

FOB Destination mensyaratkan bahwa ongkos kirim barang dari penjual ke pembeli ditanggung oleh penjual, sehingga kepemilikan barang tersebut akan berpindah dari penjual ke pembeli di tempat pembeli. Sehingga apabila terjadi pembelian barang dari penjual dengan FOB Destination dan barang tersebut masih dalam perjalanan ke tempat pembeli, barang dalam perjalanan tersebut adalah barang milik penjual. Pada akhir tahun buku barang tersebut belum diterima, maka konsekuensinya nilai barang tersebut tidak boleh dimasukkan sebagai persediaan pada neraca akhir tahun tersebut perusahaan pembeli.

BARANG DALAM PROSES

Posted by : Losiq Jasunta on :Rabu, 26 September 2012 With 0komentar
Tag :

Pihak-pihak yang memerkulan informasi akuntansi

| Senin, 24 September 2012
Baca selengkapnya »

Pihak-pihak yang memerkulan informasi akuntansi adalah:

MANAJER:

Manajer perusahaan menggunakan akuntansi untuk menyusun perencanaan perusahaannya, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan. Keputusan yang diambil oleh manajer berdasarkan informasi akuntansi, misalnya: menentukan peralatan apa yang sebaiknya dibeli, berapa persediaan yang harus ada di gudang, dan berapa kas yang harus dipinjam dari bank.

INVESTOR:

Para investor melakukan penanaman modal dalam perusahaan dengan tujuan untuk mendapat hasil yang sesuai dengan harapannya. Oleh karena itu, sebelum melakukan penanaman modal, meraka mengevaluasi pendapatan yang diperkirakan akan dapat diperoleh dari investasinya. Ini berarti bahwa para investor harus melakukan analisis atas laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih sebagai tempat penanaman modalnya. Setelah menjadi investor, merema melakukan monitoring terhadap perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan atau melalui berita-beritakeuangan dalam berbagai surat kabar dan majalah. Sumber berita keuangan dalam surat kabar dan majalah ini adalah laporan-laporan akuntansi.

KREDITUR:

Kreditur hanya akan bersedia memberikan kredit kepada calon penerima kredit yang dipandang mampu mengembalikan bunga dan mengembalikan kredit tepat pada waktunya. Oleh karena itu, calon kreditur harus menilai kemampuan keuangan calon pengambil kredit. Untuk itu kreditur selalu meminta laporan keuangan calon nasabah untuk dinilai. Setelah itu kreditur masih harus meminta laporan keuangan para pengambil kredit, untuk menilai apakah kredit telah digunakan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati.

INSTANSI PEMERINTAH:

Badan-badan pemerintah tertentu seperti badan pelayanan pajak atau badan pengembangan pasar modal (Bapepam), membutuhkan informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal. Informasi akuntansi merupakan sumber utama bagi badan pemerintah untuk dapat menetapkan pajak perusahaan atau mengawasi perusahaan.

ORGANISASI NIRLABA:

Organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba seperti organisasi keagamaan, yayasan atau lembaga pendidikan juga membutuhkan informasi akuntansi seperti halnya organisasi yang bertujuan mencari laba, namun mereka tetap berurusan dengan soal-soal keuangan karena mereka harus mempunyai anggaran, membayar tenaga kerja, membayar listrik dan sewa, serta urusan-urusan keuangan lainnya. Semua hal tersebut bersangkutan denngan akuntansi.

PEMAKAI LAINNYA:

Informasi akuntansi diperlukan juga oleh berbagai pihak lain untuk kepentingan-kepentingan tertentu, misalnya oleh organisasi buruh. Para buruh membutuhkan informasi tentang laba perusahaan dan kadang-kadang juga informasi keuangan lainnya. Informasi semacam ini penting bagi para buruh dalam rangka mengajukan kenaikan gaji atau tunjangan-tunjangan lain dari perusahaan tempat mereka bekerja. Di negara-negara yang sudah maju, informasi akuntansi juga sering dijadikan dasar oleh kelompok masyarakat tertentu untuk melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan kepentingan mereka.

Pihak-pihak yang memerkulan informasi akuntansi

Posted by : Losiq Jasunta on :Senin, 24 September 2012 With 0komentar
Tag :

Format Neraca

| Senin, 17 September 2012
Baca selengkapnya »

Nama Perusahaan………………CV.Bima Sakti
Jenis Laporan……………………….Neraca
Tahun/Bulan laporan…..Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20A

P O S - P O S

A K T I V A, semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan diurutkan dari atas ke bawah berdasarkan pada aspek likuiditasnya.

Aktiva Lancar, akun aktiva yang pemanfaatannya paling lama satu tahun.

Aktiva Lancar meliputi :

Kas, dana segar yang dimiliki perusahaan, berupa : uang tunai, deposito,tabungan dll

Surat Berharga, Efek-efek yang dibeli untuk dijual kembali, daripada uang menganggur lebih baik dibelikan saham atau surat berharga jangka pendek lainnya, dengan mendapatkan capital gain/loss.

Piutang Wesel/wesel tagih, Piutang perusahaan kepada pihak lain yang memiliki kepastian mengenai tanggal pelunasannya.

Format Neraca

Posted by : Losiq Jasunta on :Senin, 17 September 2012 With 0komentar
Tag :

Ada Kembaran Tata Surya Lho

| Sabtu, 15 September 2012
Baca selengkapnya »
Sistem dengan bintang induk HD 10180 menghebohkan dunia astronomi pada tahun 2010. Selain tata surya, sistem keplanetan itu menjadi yang terbesar karena memiliki tujuh planet.

Kini, sistem keplanetan berjarak 127 tahun cahaya itu kembali menjadi perhatian. Jumlah planet yang mengorbit HD 10180 ternyata bukan hanya tujuh, melainkan sembilan.
      

Miko Tuomi dari University of Hertfordshire adalah astronom di balik penemuan ini. Ia memublikasikan hasil risetnya di jurnal Astronomy and Astrophysics, Jumat (6/4/2012).

Tuomi menganalisis data hasil observasi instrumen High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher pada teleskop 3,6 meter di Observatorium La Silla, Cile.

Sebelumnya, pengamatan di European Southern Observatory menemukan enam planet ekstrasurya serta satu planet yang masih perlu dikonfirmasi keberadaannya.

Lima planet merupakan planet serupa Neptunus dengan massa 12-25 kali massa Bumi. Sementara satu lagi adalah planet serupa Saturnus bermassa 65 kali Bumi dengan waktu revolusi 2200 hari.

Selain meyakinkan adanya enam planet, penelitian Tuomi juga membuktikan adanya planet ketujuh yang bermassa 1,4 massa Bumi dan menemukan dua planet tambahan.

Dua planet tambahan diketahui merupakan planet Bumi Super. Ukuran dua planet tersebut masing-masing 1,9 kali massa Bumi dan 5,1 kali massa Bumi.

Planet ketujuh mengorbit HD 10180 dalam waktu hanya 1,2 hari Bumi. Dua planet tambahan yang ditemukan mengorbit dalam waktu 10 dan 68 hari Bumi.

Dengan waktu orbit yang begitu singkat, dua planet tambahan yang ditemukan berjarak sangat dekat dengan bintangnya. Kondisinya sangat panas sehingga air dan kehidupan sulit untuk didapati.

Dengan jumlah sembilan planet, sistem keplanetan dengan bintang induk HD 10180 bisa disebut "kembaran" tata surya. Jumlah planet sama dengan jumlah planet di tata surya ditambah Pluto.

Sistem keplanetan HD 10180 juga memiliki kesamaan lain dengan tata surya. Bintang HD 10180 sendiri merupakan bintang katai kuning, memiliki massa sebanding dengan Matahari.

Ada Kembaran Tata Surya Lho

Posted by : Losiq Jasunta on :Sabtu, 15 September 2012 With 0komentar

Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Angin

|
Baca selengkapnya »
Bagi beberapa orang rasanya sukar tidur tanpa menyalakan kipas angin atau AC, apalagi saat cuaca panas. Ternyata kebiasaan tersebut berbahaya.





Hal ini akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi jika terjadi pada orang tua dan orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

Jika tubuh terkena kipas listrik atau AC terlalu lama akan menyebabkan tubuh kehilangan air dan hipotermia. Selain itu juga dapat menyebabkan kematian akibat peningkatan kejenuhan konsentrasi karbon dioksida dan penurunan konsentrasi oksigen.

Dari tahun 2003-2005, ada sebanyak 20 kasus kematian yang terjadi akibat menyalakan kipas listrik dan AC pada saat tidur. Meski ada dugaan lain dari kalangan medis, bahwa kasus kematian yang dilaporkan tersebut memiliki penyebab lain, seperti minum yang berlebihan atau kondisi jantung tidak terdiagnosis.

Di Korea Selatan ada sebuah kepercayaan yang menyebar luas di kalangan masyarakatnya tentang ‘kipas kematian’ yaitu bahaya yang akan terjadi jika tidur di ruang tertutup dengan menyalakan kipas angin listrik.

Oleh karena itu, kebanyakan kipas angin di Korea Selatan dilengkapi dengan timer sehingga kipas tidak akan menyala sepanjang malam. Kepercayaan tersebut merupakan masalah yang cukup besar sehingga Korean Consumer Protection Board pada tahun 2006 mengeluarkan pernyataan mengenai penggunaan kipas angin ketika tidur, seperti dilansir dari theatlantic.

Tips
Untuk mencegah sesak napas karena membiarkan kipas angin dan AC menyala sepanjang malam, setel timer 15-30 menit saat mulai beranjak tidur. Selain itu arah angin pada kipas harus diputar agar angin yang menarah ke tubuh kita tidak terlalu besar.

Kalau memang bisa tidur karena terlalu gerah, menyalakan kipas angin dengan keadaan pintu kamar yang dibiarkan terbuka. Tujuannya adalah untuk menghindari kejenuhan karbondioksida dalam ruangan dan sirkulasi udara dapat berfungsi dengan baik.

Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Angin

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Next Prev
▲Top▲