Latest Post

Akuntansi untuk Tenaga Kerja Langsung

| Sabtu, 13 Oktober 2012
Baca selengkapnya »

Nah teman, Akuntansi yang dikerjakan untuk mencatat lalu lintas pembayaran gaji dan upah tenaga kerja langsung dapat dilakukan dengan jurnal-jurnal sebagai berikut:

Saat perhitungan gaji dan upah tenaga kerja Rp.6.500.000,-

D: Beban Gaji dan Upah============ Rp. 6,500.000,-

K: Utang Gaji dan Upah============ Rp. 6,500.000,-

Saat pembayaran secara kas utang gaji dan upah tersebut sebesar Rp. 6,500.000,-

D: Utang Gaji dan Upah============= Rp. 6.500.000,-

K: Kas======================== Rp.6.500.000,-

Saat mencatat pembebanan gaji administrasi sebesar Rp. 2.750.000,- sedangkan upah langsung sebesar Rp. 3.000.000,- dan sisanya adalah upah tidak langsung.

D: Beban gaji administrasi========== Rp.2.750.000,-

D: Barang Dalam Proses=========== Rp. 3.000.000,-

D: Overhead Pabrik============== Rp. 750.000,-

K: Beban Gaji dan Upah=========== Rp. 6.500.000,-

Akuntansi untuk Tenaga Kerja Langsung

Posted by : Losiq Jasunta on :Sabtu, 13 Oktober 2012 With 0komentar
Tag :

Pengertian Buku Besar Pembantu

| Senin, 08 Oktober 2012
Baca selengkapnya »

Dalam praktek akuntansi di lapangan, apabila perusahaan hanya menggunakan satu buku  besar  belum  dapat  memberikan  catatan yang terperinci mengenai akun-akun tertentu. Oleh karena itu agar perusahaan dapat memberikan data akun yang lebih rinci maka diperlukan buku pembantu.

Apa itu buku besar pembantu? 

Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci.  Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar
tertentu.

Pengertian Buku Besar Pembantu

Posted by : Losiq Jasunta on :Senin, 08 Oktober 2012 With 0komentar
Tag :

Kartu Harga Pokok

|
Baca selengkapnya »

Apasih kartu harga pokok itu ?

Fungsi kartu harga pokok adalah untuk mencatat harga pokok bahan baku yang dipakai dalam satu periode tertentu.

Hubungan kartu harga pokok dan buku besar adalah , data-data yang ada pada kartu harga pokok harus sesuai dengan buku besar.
Bagaimana, sudah paham kan kalian :D

Kartu Harga Pokok

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Apa itu pengelompokan rekening?

|
Baca selengkapnya »

Rekening modal pemilik digunakan untuk menampung semua transaksi yang mempengaruhi modal pemilik yaitu setoran modal, pendapatan, biaya dan prive. Pendapatan merupakan elemen yang menambah modal dan biaya merupakan pengorbanan perusahaan dalam rangka memperoleh pendapatan  sebagai pengurang modal, sedangkan prive adalah pengambilan untuk keperluan pribadi pemilik sehingga mengurangi modal pemilik.

Perusahaan mempunyai banyak sumber pendapatan dan macam-macam biaya yang harus dikeluarkan. Apabila semua sumber biaya dan macam-macam biaya digabung dalam pencatatanya ke dalam rekening modal akan berakibat tidak informatif dan akan mengalami kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan, khususnya laporan Rugi laba yang hanya melaporkan pendapatan dan biaya, sehingga perlu di pisahkan kedalam rekening-rekening sendiri yaitu rekening pendapatan digunakan untuk mencatat  transaksi pendapatan, rekening biaya untuk mencatat biaya dan rekening prive untuk mencatat transaksi pengambilan pribadi pemilik.

Informasi yang dihasilkan dari suatu sistem akuntansi dapat dibedakan menjadi 6 kelompok informasi atau rekening yaitu Aktiva, Hutang, Modal pemilik, Pendapatan, Biaya,dan  Prive.  Keenam kelompok rekening tersebut dapat dikelompokkan lagi menjadi dua (2) kelompok rekening dalam pelaporannya, yaitu:
Rekening riil, yaitu  rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan pada laporan neraca antara lain aktiva , hutang dan modal

Rekening Nominal, yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan Rugi-laba.

Apa itu pengelompokan rekening?

Posted by : Losiq Jasunta on : With 0komentar
Tag :

Laporan Laba Rugi

| Minggu, 07 Oktober 2012
Baca selengkapnya »

Karena laporan rugi laba merupakan laporan akuntansi utama, maka laporan ini tidak asing lagi di setiap perusahaan. Banyak kesan bahwa menyusun laporan ini sulit, Pada hal sangat sederhana apalagi dikerjakan pada sistem akuntansi komputer, untuk menerbitkan laporan ini tinggal clik command button, komputer segera mengerjakannya. Gampangkan ?
Sesungguhnya memang sederhana dan gampang sekali.  Timbulnya kesan rumit adalah karena laporan ini melibatkan semua transaksi yang jumlahnya relative banyak, mulai dari awal periode akuntansi sampai periode akhir. Jumlah yang banyak itulah yang sulit, namun dengan bantuan komputer semua itu jadi mudah dan cepat.
Untuk memahami laporan Rugi laba kita perhatikan konsep dasarnya yang sangat sederhana yaitu :
Untung = Jual – Beli
Sekarang kita kembangkan, Jual itu dalam suatu kegiatan usaha melibat unsur diskon, retur dll. Sedangkan unsur beli melibatkan unsur barang yang dijual sebagai biaya pokok. Disamping itu dalam melakukan usaha tersebut melibatkan kegiatan operasional yang menyebabkan timbul biaya operasional. Selain itu masih terdapat unsur lain yaitu unsur yang tidak terkait langsung dengan usaha pokok perusahaan kita sebut saja pendapatan/biaya diluar usaha atau biaya lain lain dan terakhir terdapat hubungan dengan kewajiban kepada pemerintah yaitu berupa pajak

Laporan Laba Rugi

Posted by : Losiq Jasunta on :Minggu, 07 Oktober 2012 With 0komentar
Tag :

Istilah di Akuntansi

| Jumat, 05 Oktober 2012
Baca selengkapnya »

Pendapatan
Adalah setiap tambahan aktiva atau pengurangan kewajiban yang timbul karena usaha perusahaan baik yang kegiatan pokok perusahaan, contohnya adalah pendapatan penjualan atau pendapatan jasa atau kegiatan di luar usaha pokok perusahaan contohnya pendapatan bunga deposito dan pendapatan dividen dan lain-lain.
Biaya
Adalah semua pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Pengorbanan ekonomis dapat berupa pengurangan aktiva karena terjadi pengeluaran kas  atau penambahan kewajiban karena belum terjadi pengeluaran kas.
Dalam pengelompokan biaya yang dikeluarkan perusahaan tergantu jenis perusahaan. Perusahaan jasa mengelompokan biaya yang dikeluarkan ke dalam biaya operasi sedangkan untuk jenis perusahaan jasa dapat dikelompokkan menjadi:


  • Harga Pokok penjualan, yaitu harga pokok barang yang dijual
  • Biaya operasi yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan. Biasanya usaha ini dibedakan menjadi biaya pemasaran misalnya biaya iklan, biaya gaji bagian penjualan dan lain-lain, dan biaya administrasi dan umum contohnya adalah biaya gaji pimpinan, gaji karyawan kantor, biaya bahan habis pakai, penyusutan dan lain-lain

Modal Pemilik
Adalah sisa hak pemilik atas aktiva yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi dengan utang-utang perusahaan. Rekening modal perusahaan dalam neraca tergantung pada jenis perusahaan.Modal pemilik pada perusahaan perseorangan dan persekutuan , rekening modal di ikuti dengan nama pemilik, misalnya Modal Allathanshiida. Modal pemilik untuk perusahaan persero merupakan setoran pemegang saham.
Pemilik saham 
adalah pemilik perusahaan dengan cara membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan sehingga modal pemilik disebut modal saham. Di dalam neraca modal saham dicantumkan sebesar nilai nominalnya, apabila jumlah modal yang disetor pemilik lebih besar dari nilai nominal selisihnya akan ditampung ke rekening agio modal saham sedangkan apabila jumlah yang disetor pemilik lebih kecil dari jumlah nominal selisihnya akan ditampung ke rekening Dis agio modal saham.
Modal Sumbangan adalah rekening yang dibentuk untuk menampung penambahan modal yang berasal dari sumbangan oleh pihak lain.
Prive
Adalah pengambilan aktiva perusahaan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. Rekening ini digunakan untuk menampung pengambilan pribadi oleh pemilik. Rekening prive  terdapat pada perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan. Untuk perusahaan persekutuan rekening prive digunakan untuk menampung transaksi pengambilan pribadi masing-masing pemilik.

Istilah di Akuntansi

Posted by : Losiq Jasunta on :Jumat, 05 Oktober 2012 With 0komentar
Tag :

Metode Eceran

| Kamis, 04 Oktober 2012
Baca selengkapnya »
Metode Eceran adalah metode yang digunakan untuk mengestimasi nilai pesediaan dari rasio Barang tersedia untuk dijual antara Harga Pokok dengan Harga Eceran.

Estimasi nilai Persediaan Akhir dilakukan dengan cara mengalikan rasio tersebut dengan jumlah Persediaan Akhir dari metode Eceran.

Persediaan, 01/01 ………………Rp. 3.000.000….Rp. 4.500.000
Pembelian selama Januari (neto)....Rp 35.000.000.. .Rp. 45.500.000

Barang tersedia untuk dijual ….....Rp.38.000.000…Rp. 50.000.000

Rasio Harga Pokok terhadap Harga Eceran =

( Rp.38.000.000/Rp.50.000.000) x 100% = 76%

Penjualan selama bulan Januari sebesar Rp. 41.000.000

Persediaan Akhir 31/01 dengan Metode Eceran = Rp. 9.000.000, diperoleh dari mengurangkan Rp. 50.000.000 – Rp. 41.000.000.

Estimasi Harga Pokok Persediaan Akhir =

76% x Rp.9.000.000 = Rp. 6.840.000.-

Ilustrasi:

Data kegiatan Toko Alibaba yang menggunakan metode harga jual eceran untuk menilai persediaannya.

Persediaan awal-Harga Pokok Rp. 28.500.000,-
Persediaan awal-Harga Jual Eceran Rp. 38.210.000,-

Pembelian-Harga Pokok Rp. 67.942.000,-
Pembelian-Harga Eceran Rp. 93.184.000,-

Potongan Pembelian Rp. 2.186.000,-
Ongkos Angkut Pembelian Rp. 1.690.000,-

Kekurangan Pembelian-Harga Pokok Rp. 1.012.000,-
Kekurangan Pembelian-Harga Jual Eceran Rp. 1.408.000,-

Transfer Antar Bagian(kredit)-Harga Pokok Rp. 200.000,-
Transfer Antar Bagian(kredit)-Harga Jual Eceran Rp. 280.000,-

Kenaikan Harga Rp. 2.414.000,-
Pembatalan Kenaikan Harga Rp 548.000,-
Penjualan pada Langganan Rp. 57.412.000,-
Penjualan Kepada Pegawai Toko (dengan harga 20% dibawah harga jual pada langganan) Rp. 16.000.000,-

Instruksi :
Hitunglah nilai persediaan akhir menurut Harga Pokok dan menurut Harga Jual Eceran.

Solusi:

Persediaan awal........................ Rp. 28.500.000,- Rp.38.210.000,-
Pembelian....................................... 67.942.000,- Rp.93.184.000,-
Ongkos Angkut Pembelian.................. 1.690.000,
Potongan Pembelian........................ (2.186.000)
Transfer Antar Bagian...................... (200.000) ..........(280.000,-)
Kenaikan Harga......................................................... 2.414.000,-
Pembatalan Kenaikan Harga....................................... (548.000,-) 
Barang siap dijual ............................95.746.000........ 132.980.000



Penjualan....................................Rp.57.412.000

Potongan Penjualan Pada Pegawai

[(20/80)xRp. 16.000.000,-]..= ...........4.000.000 -

Kekurangan Persediaan....................... 1.408.000

Jumlah.............................................. 62.820.000....... 62.820.000

Persediaan Akhir menurut Harga Jual Eceran................ 70.160.000



Pesediaan Akhir menurut Harga Pokok adalah

Rp.95.746.000,-/132.980.000,- x Rp. 70.160.000 = Rp.50.515.410

Kekurangan Persediaan..................................... = Rp. 1.012.000

Persediaan Akhir ...............................................= Rp. 49.503.410

Metode Eceran

Posted by : Losiq Jasunta on :Kamis, 04 Oktober 2012 With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲